Tentang Aku yang Sedang Belajar Menerima

 

Ada masa dalam hidup ketika Aku menyadari bahwa tidak semua hal bisa berjalan sesuai dengan apa yang Aku inginkan.

Ada yang harus pergi. Ada yang tidak bisa kembali. Ada harapan yang ternyata tidak menjadi kenyataan. Dan ada bagian dari diriku sendiri yang harus perlahan - lahan aku pahami.

Dulu , Aku sering bertanya , " Kenapa harus Aku ? "

Sekarang , Aku sedang belajar mengganti pertanyaan itu menjadi , " Apa yang bisa Aku pelajari dari semua ini ? "

Menerima bukan berarti Aku sudah tidak sedih. Bukan juga berarti Aku melupakan semuanya.

Menerima adalah Ketika Aku mulai berdamai dengan hal-hal yang tidak bisa aku ubah, Sambil tetap memberikan kesempatan kepada diriku untuk melanjutkan hidup .

Tulisan ini adalah tentang Aku , Tentang perjalanan Kecilku.

Tentang belajar melepaskan tanpa benci. Tentang belajar tanpa harus kembali. Tentang belajar mencintai diri sendiri setelah berlalu lama menyalahkan diri sendiri.

Kamu tidak harus baik-baik saja hari ini. Kamu hanya perlu terus berjalan , sedikit demi sedikit.

Mungkin sampai hari ini, aku masih belum sepenuhnya mengerti kenapa beberapa hal harus terjadi dalam hidupku.

Tapi sekarang aku tidak lagi ingin memaksa semua pertanyaan memiliki jawaban.

Ada hal-hal yang memang cukup diterima, bukan untuk dipahami.

Aku mulai belajar bahwa sembuh bukan tentang menjadi seseorang yang tidak pernah terluka lagi. Sembuh adalah ketika aku bisa mengingat sesuatu yang pernah menyakitiku, tanpa harus terus menyalahkan diriku sendiri.

Aku masih belajar. Masih sering ragu. Masih ada hari-hari ketika aku merasa lelah dan ingin berhenti.

Tapi kali ini, aku ingin lebih lembut kepada diriku sendiri.

Aku ingin percaya bahwa meskipun langkahku kecil, aku tetap sedang berjalan.

Dan mungkin, untuk sekarang, itu sudah cukup.

Aku tidak harus menjadi versi terbaik dari diriku hari ini. Aku hanya perlu menjadi seseorang yang tidak menyerah pada dirinya sendiri.

— Untuk diriku, yang masih belajar menerima.


Untuk kamu yang sedang membaca


Kalau kamu sampai di bagian ini, mungkin ada sesuatu dalam tulisan ini yang terasa dekat dengan keadaanmu.
Mungkin kamu juga sedang belajar menerima diri sendiri. Mungkin kamu sedang mencoba berdamai dengan masa lalu, dengan kesalahan, atau dengan hal-hal yang belum bisa kamu ubah.
Aku cuma ingin mengatakan satu hal: kamu tidak harus baik-baik saja setiap saat.
Tidak apa-apa kalau hari ini kamu masih merasa lelah. Tidak apa-apa kalau langkahmu masih kecil. Tidak apa-apa kalau kamu masih membutuhkan waktu.
Jangan terlalu keras kepada dirimu sendiri.
Kamu sudah melewati banyak hal sampai bisa berada di titik ini. Dan meskipun kamu merasa belum menjadi siapa-siapa, percayalah, tetap bertahan sampai hari ini juga merupakan sebuah pencapaian.
Jadi, pelan-pelan saja.
Belajar menerima diri sendiri memang tidak selalu mudah. Tapi kamu tidak harus menyelesaikannya dalam satu hari.
Kita boleh tumbuh perlahan. Kita boleh sembuh perlahan. Dan kita boleh menjadi diri sendiri, tanpa harus terburu-buru.


Tidak apa-apa berjalan pelan 

Mungkin aku belum sampai di tempat yang ingin aku tuju.
Mungkin masih banyak hal yang belum bisa aku terima. Masih banyak luka yang belum sepenuhnya sembuh, dan masih banyak hal yang sedang kupelajari.
Tapi sekarang aku tahu, aku tidak harus terburu-buru.
Aku hanya perlu terus berjalan, meskipun perlahan.
Karena setiap langkah kecil tetap berarti.
Untuk diriku sendiri, terima kasih sudah bertahan sejauh ini.
Semoga suatu hari nanti, aku bisa melihat kembali perjalanan ini dan tersenyum karena ternyata aku berhasil melewatinya.
Tidak apa-apa berjalan pelan. Yang penting, jangan berhenti percaya bahwa dirimu layak untuk bahagia.
— Dengan lembut, untuk diriku sendiri. 🤍

Komentar

Postingan populer dari blog ini

📖 Ada Hati yang Sedang Menguatkan Diri

Selamat Datang di Rumah Kata

Pelan-Pelan saja , Tidak perlu buru- buru